Polri terus memperkuat proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8 dengan menyiapkan 140 personel Disaster Victim Identification (DVI) yang ditempatkan dalam dukungan operasi, sekaligus melakukan pengambilan data ante mortem (AM) dan sampel DNA dari keluarga korban.
Sebanyak 140 personel DVI tersebut terdiri dari tim DVI Polda Kalimantan Selatan, Polda Jawa Timur, dan Pusdokkes Polri yang telah disiapkan untuk mendukung proses identifikasi korban di posko yang telah ditentukan.
Sementara itu, pengambilan data ante mortem dan sampel DNA terhadap keluarga korban di Kabupaten Garut dilakukan oleh Biddokkes Polda Jawa Barat, sebagai unsur di luar tim DVI yang telah disiapkan di posko tersebut.
Kegiatan pengambilan sampel DNA dilaksanakan pada Selasa (15/9/2026) mulai pukul 10.30 WIB, bertempat di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengumpulan data ante mortem dan sampel DNA keluarga merupakan bagian penting dalam proses identifikasi korban.
“Polri terus memperkuat proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8. Pengambilan data ante mortem dan sampel DNA keluarga dilakukan untuk mendukung proses pencocokan dengan data post mortem korban yang ditemukan.”
Dalam kegiatan yang dilakukan Biddokkes Polda Jabar di Garut, sebanyak 13 orang keluarga korban menjalani pengambilan sampel DNA.
Dari jumlah tersebut, 2 orang merupakan keluarga korban yang telah meninggal dunia, sedangkan 11 orang merupakan keluarga korban yang masih dalam pencarian.
Pengambilan sampel menggunakan metode Buccal Swab, yaitu pengambilan sampel melalui usapan rongga mulut.
Seluruh sampel DNA tersebut kemudian dikirimkan ke Pusdokkes Mabes Polri pada Rabu (16/9/2026) pukul 06.30 WIB untuk pemeriksaan dan proses pencocokan lebih lanjut.
Kegiatan pengambilan data dan sampel DNA dipimpin oleh Kasidokkes Polres Garut dan berlangsung dengan lancar. Keluarga korban juga kooperatif dalam memberikan data serta sampel yang diperlukan.
Untuk mendukung proses identifikasi korban, Polri menyiapkan tiga unsur Tim DVI dengan total 140 personel, yaitu:
- Tim DVI Polda Kalimantan Selatan – 66 personel
- Dokter/Dokter Gigi Spesialis: 2 orang, termasuk 1 spesialis forensik
- Dokter Umum: 3 orang
- Dokter Gigi Umum: 2 orang
- Perawat: 25 orang
- Tenaga Kesehatan lainnya: 6 orang
- Personel Umum: 28 orang
Total: 66 personel.
- Tim DVI Polda Jawa Timur – 56 personel
- Dokter/Dokter Gigi Spesialis: 4 orang
- Dokter Umum: 9 orang
- Dokter Gigi Umum: 1 orang
- Perawat: 28 orang
- Tenaga Kesehatan lainnya: 6 orang
- Personel Umum: 8 orang
Total: 56 personel.
- Tim DVI Pusdokkes Polri – 18 personel
- Dokter/Dokter Gigi Spesialis: 7 orang, termasuk 4 spesialis forensik
- Dokter Umum: 3 orang
- Dokter Gigi Umum: 1 orang
- Perawat: 3 orang
- Tenaga Kesehatan lainnya: 2 orang
- Personel Umum: 2 orang
Total: 18 personel.
Dengan demikian, total kekuatan Tim DVI yang disiapkan Polri di posko mencapai 140 personel.
Sementara pengambilan sampel DNA keluarga korban yang dilakukan Biddokkes Polda Jabar di Garut merupakan dukungan tersendiri, di luar 140 personel Tim DVI yang telah disiapkan di posko.
Pengumpulan data ante mortem dilakukan untuk memperoleh informasi pembanding dari keluarga korban. Sampel DNA keluarga selanjutnya akan digunakan dalam proses pemeriksaan dan pencocokan dengan data post mortem korban yang ditemukan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari rangkaian proses identifikasi yang dilakukan secara terintegrasi oleh jajaran DVI Polri.
“Setiap data yang dikumpulkan menjadi bagian penting dalam proses identifikasi. Polri melalui jajaran DVI dan Dokkes terus bekerja secara terintegrasi untuk memastikan proses identifikasi dilakukan secara tepat dan dapat memberikan kepastian kepada keluarga,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, Jum’at (18/9/2026)
Polri terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur terkait dalam penanganan KM Virgo Transport 8. Selain mendukung proses pencarian dan evakuasi, Polri memberikan perhatian terhadap proses identifikasi korban melalui pengerahan personel DVI dan pengumpulan data ante mortem dari keluarga.
Leave a Reply